Kurikulum

Sistem Pembelajaran

Program Studi Kedokteran adalah Program Strata Satu (S1). Program Strata S1(Sarjana) Kedokteran di FK Unpad adalah jenjang pendidikan akademik yang mempunyai beban studi kumulatif sebesar 144 sks termasuk KKNM – PMD. Masa studi kumulatif antara 7 sampai 14 semester. Beban Studi dinyatakan dalam jumlah sks yang harus dikumpulkan oleh mahasiswa dalam satu semester. Beban  Studi  mahasiswa setiap semester adalah beban yang harus diambil berdasarkan pedoman penentuan beban studi mahasiswa persemester yang telah ditentukan oleh Program Studi.

 

1.1 Metoda Pembelajaran

1. Perkuliahan

Perkuliahan ini berupa kuliah interaktif, berlangsung selama 50 menit, yang merupakan kuliah pakar untuk memfasilitasi proses pembelajaran mandiri mahasiswa. Kegiatan ini bersifat terstruktur dan terjadwal, serta dapat ditambah berdasarkan kebutuhan mahasiswa.

2. Tutorial

Tutorial dilaksanakan selama 150 menit setiap pertemuan, dengan menggunakan pendekatan problem-based learning (PBL) yangterintegrasi pada kelompok kecil mahasiswa (8 – 15 orang).

3. Praktikum

Kegiatan praktikum terdiri dari praktikum laboratorium biomedis, praktikum keterampilan klinis (clinical skill) dan untuk mata ajar Community Reserach Program (CRP) dilakukan praktikum komputer. Praktikum di laboratorium biomedis bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teori yang diperoleh saat perkuliahan/tutorial sedangkan praktikum keterampilan klinis dan praktikum komputer bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pada bidang tersebut.

4. Seminar

Seminar dilaksanakan pada mata kuliah BHP, CRP dan PHOP termasuk Seminar Usulan Penelitian untuk skripsi.

5. Tugas

Pada beberapa mata kuliah mahasiswa diwajibkan untuk membuat intisari buku teks dan melakukan telaah kritis atas jurnal ilmiah, serta menyusun rencana dan laporan kegiatan, atau tugas mandiri lainnya.

6. Kerja lapangan

Merupakan salah satu metode yang digunakan untuk kegiatan ekstramural, Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan ini dapat dilaksanakan di sarana pelayanan kesehatan, industri ataupun di masyarakat.

7. Penelitian akhir (skripsi/minor thesis)

Merupakan program wajib dengan topik pilihan (elective project) sesuai minat mahasiswa yang dilakukan secara perorangan atau berkelompok yang dilaksanakan pada semester lima. Pada program ini mahasiswa diharuskan menulis karya tulis skripsi/minor thesis sebagai hasil penelitiannya (dapat berupa penelitian laboratorik, klinik atau lapangan). Hasil penelitian ini wajib dipublikasikan ke dalam jurnal ilmiah.

8. Junior Clerkship

Program Junior Clerkship (JC) merupakan suatu metode pembelajaran yang disusun khusus untuk mahasiswa kedokteran semester 7 yang diimplementasikan sejak tahun akademik 2015/2016. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa kedokteran untukberinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan permasalahannya (community experience). JC merupakan metode pembelajaran selama mahasiswa menjalani sistem Tropical Medicine dan Family Medicine yang diharapkan mampu menjadi jembatan antara preklinik dan klinik sehingga mahasiswa PSK FK Unpad akan lebih siap ketika memasuki PSPD serta memiliki motivasi untuk mengabdikan diri pada layanan kesehatan primer. Masing-masing sistem akan berjalan selama 7 minggu, terdiri dari 2 minggu kegiatan Clinical Skill Program (CSP) TM / FM, dan Lecture (TM/FM, PHOP, BHP) dilanjutkan 5minggu kegiatan clerkship. Kegiatan clerkship akan dilaksanakan di Puksesmas di Kota Bandung dan Rumah Sakit dr. Hasan Sadikin.

9. Tahap Persiapan Bersama (TPB)

Tahap Persiapan Bersama (TPB) merupakan metode pembelajaran yang disusun khusus untuk mahasiswa UNPAD semester 1 yang diimplementasikan sejak tahun akademik 2016/2017. TPB memberikan landasan berupa learning outcomes pembelajaran untuk mencapai tujuan pencapaian Profil Lulusan Unpad pada dua semester awal. TPB tersusun atas kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstrakurikuler. Kurikuler terdiri dari mata kuliah umum, mata kuliah klaster, mata kuliah prodi, muatan UNPAD, dan keterampilan belajar dan literasi informasi (Learning Skill Information and Technology/LSIT). Ko-kurikuler merupakan kegiatan untuk Character Building, sedangkan ekstrakurikuler terdiri dari olahraga dan seni. Mata kuliah umum, muatan UNPAD, LSIT, Ko-kurikuler, dan ekstrakurikuler, diberikan dalam kegiatan bersama-sama dengan mahasiswa semester satu lainnya yang berasal dari seluruh program studi UNPAD. Mata kuliah klaster dilakukan bersama-sama dengan mahasiswa semester satu dari program studi lainnya di klaster kesehatan, sedangkan mata kulia prodi dilakukan untuk mahasiswa semester satu program sarjana kedokteran.

1.2 Evaluasi Hasil Belajar

Ujian dan Cara Penilaian

1) Ujian
a. Jenis Ujian:
Formatif: merupakan evaluasi diri yang dilaksanakan secara berkala selama berlangsungnya program dan tidak diperhitungkan dalam penentuan nilai akhir. Secara teratur setiap tahun program studi melaksanakan Progress test yang merupakan ujian formatif internal program studi. Ujian ini wajib diikuti oleh semua mahasiswa. Secara teratur program studi melaksanakan tes formatif untuk mengevaluasi kemampuan mahasiswa pada pertengahan semester/sistem.

Sumatif: merupakan ujian penentuan nilai akhir yang dilaksanakan pada periode ujian yang telah ditentukan. Bentuk ujian sumatif adalah sebagai berikut:

  1. Ujian tulis pilih ganda (Multiple Choice Question)
  2. Ujian lisan (Oral)
  3. Ujian praktek

b. Pelaksanaan Ujian

Pelaksanaan ujian untuk setiap program adalah sebagai berikut:

  1. Ujian MCQ bisa berbentuk monodisiplin atau Multidisciplinary  Examination (MDE) yang dilaksanakan di setiap mata kuliah kecuali  Clinical Skill Program (CSP).
  2. Ujian lisan berupa Students Objective Oral Case Analysis (SOOCA) yaitu ujian dengan menggunakan kasus yang akan dianalisis untuk menilai kemampuan menganalisis dan mengaplikasikan ilmu biomedik dasar ke dalam masalah yang diberikan, serta penalaran masalah klinik.
  3. Ujian praktik yang dilaksanakan berupa Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan Objective Structured Practical Examination (OSPE) di CSP, serta  praktik komputer untuk CRP. 

Tabel 2.1 Jadwal Ujian PSK FK Unpad

2) Cara penilaian:

a. Skor, Huruf Mutu, Angka Mutu

Sistem Penilaian menggunakan penilaian acuan patokan (criterion reference)

Skor

Huruf Mutu

Angka Mutu

80 – 100

A

4.00

76 – 79

B++

3.50

72 – 75

B+

3.25

68 – 71

B

3.00

64 – 67

C++

2.75

60 – 63

C+

2.50

56 – 59

C

2.00

45 – 55

D

1.00

< 45

E

0

b. Pembobotan skor Mata Ajar

Pembobotan skor pada setiap FBS, BMP, Final komprehensif, SOOCA, OSCE, BHP, CHOP, dan CRP dalam (%) adalah sebagai berikut:

Program Midterm Final Compre SOOCA OSCE Lain

Nilai akhir skripsi ditentukan dengan memperhatikan pembobotan sebagai berikut:

Nilai bimbingan         : bobot 60%

Nilai ujian                  : bobot 40%

Bagi mahasiswa yang mengikuti sidang lebih lambat dari waktu yang ditentukan karena kesalahannya sendiri, maka nilai maksimalnya adalah B.

c. Nilai kelulusan

Nilai kelulusan setiap mata ajar minimal C, dengan pengecualian pada CSP harus mendapat nilai A untuk semua keterampilan yang diujikan.

d. Ujian Perbaikan (Remedial Examination)

Untuk memperbaiki nilai, mahasiswa diberi kesempatan mengikuti ujian perbaikan dengan ketentuan sebagai berikut: 

MDE (FBS + BMP), BHP, CRP dan PHOP

Ujian perbaikan dilaksanakan segera setelah yudisium 1. Bagi mahasiswa yang mendapat nilai D atau E bersifat wajib.

Bagi mahasiswa yang sudah mendapat nilai C diperbolehkan mengikuti ujian perbaikan, dengan catatan:

  1. Jumlah nilai C yang akan diperbaiki tidak boleh melebihi 4 mata ajar (FBS atau program), diluar mata ajar yang mendapat nilai D dan E.
  2. Apabila mendaftar untuk ujian perbaikan nilai, akan tetapi pada waktunya tidak hadir tanpa alasan yang sah, maka nilainya menjadi E.
  3. Bagi mahasiswa yang mengikuti ujian perbaikan maka nilai terbaik yang akan diambil.
  4. Ujian perbaikan harus mendapat persetujuan dari dosen wali.
  5. Nilai ujian perbaikan untuk MDE adalah maksimum B (68).

• SOOCA 

Ujian perbaikan dilaksanakan setelah pelaksanaan SOOCA, dan hanya ada satu kali ujian perbaikan SOOCA. Bila setelah ujian perbaikan SOOCA tetap tidak lulus, nilai ujian yang terbaik yang akan diambil. Nilai ujian perbaikan untuk SOOCA adalah maksimum C (56).

• OSCE 

Ujian perbaikan diadakan segera setelah pelaksanaan OSCE atau di tahun berikutnya, dengan ketentuan sebagai berikut: 

  1. bila tidak lulus pada < 6 station dari 12 station yang diujikan, makaujian perbaikan dilakukan segera setelah pelaksanaan OSCE dan yang diulang hanya station yang tidak lulus.
  2. bila tidak lulus > 6 station, maka ujian perbaikan OSCE diadakan tahun berikutnya dan mahasiswa harus mengulang seluruh station.
  3. Untuk skripsi ujian perbaikan diadakan di semester berikutnya.
  4. Tidak ada ujian perbaikan untuk ujian compre.
  5. Ujian perbaikan dapat dilakukan setiap akhir semester 2, 4, 6 dan 7,  sampai mahasiswa tsb lulus atau mencapai batas masa studi 14 semester.

Ujian susulan dilaksanakan sesegera mungkin untuk mengganti ujian yang ditinggalkan karena sakit atau alasan lainnya yang sah. Ujian susulan paling lambat dilaksanakan pada saat intersemester break setelah semester ganjil,  dan 7 hari sebelum judicium pada semester genap. Bila mahasiswa tidak bisa hadir pada kesempatan tersebut maka ybs dianggap gagal dan nilainya adalah E. Mahasiswa harus melapor kepada ketua program studi paling lambat 2 minggu sebelum ujian susulan dilaksanakan.

e. Ketentuan Penilaian Akhir Cabang Ilmu (Subjek)

Pada setiap sistem terdapat komponen cabang ilmu (subjek) yang terkait dengan sistem tersebut yaitu:

  1. Ilmu kedokteran dasar (misalnya anatomi, ilmu faal, biokimia dan sebagainya)
  2. Ilmu  Kedokteran Klinik (Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Bedah dan seterusnya)

Untuk menentukan nilai cabang suatu ilmu, maka nilai cabang ilmu dari masing-masing akan dikalikan dengan jumlah SKS pada sistem tersebut kemudian dijumlahkan dan dibagi berdasarkan total SKS cabang.

Contoh:

Biokimia dengan jumlah sks berdasarkan KIPDI sebanyak 7 sks

f. Pengumuman Hasil Ujian

Hasil Ujian diumumkan ke mahasiswa selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah pelaksanaan ujian.

2.2 Evaluasi Keberhasilan Mahasiswa.

Keberhasilan mahasiswa akan dievaluasi melalui kegiatan yudisium yang diselenggarakan 2 (dua) kali, dan menurut ketentuan sebagai berikut:

  1. Yudisium pertama untuk menentukan keberhasilan mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat memutuskan mata ajar apa yang harus atau dapat diperbaiki pada ujian perbaikan.
  2. Yudisium kedua untuk memutuskan apakah seorang mahasiswa dapat meneruskan ke paket program tahun selanjutnya atau harus mengulang paket program tahun tersebut atau harus menghentikan studi (dropout).  

Yudisium merupakan bagian penting dari kegiatan akademik yang wajib dihadiri oleh seluruh mahasiswa. Bagi mahasiswa yang tidak menghadiri yudisium tanpa alasan yang sah, nilainya baru akan diumumkan awal semester berikutnya.

2.3  Protap Yudisium

(1). Kriteria Promosi Tahun Pertama

Mahasiswa tahun pertama dapat melakukan promosi ke tingkat yang   lebih lanjut, apabila:

  1. Memiliki IPK sekurang-kurangnya 2.00
  2. Tidak terdapat huruf mutu E
  3. Huruf mutu D tidak melebihi (<) 20% (8 sks) dari beban studi  (39 sks)
  4. Institusional TOEFL = 550

(2) Untuk mahasiswa tahun 2 kriteria kelulusan adalah:

  1. Tidak ada nilai E
  2. IPK > 2,0
  3. Jumlah D < 20% (9 sks) dari total sks tahun kedua   (43 sks).

(3) Untuk mahasiswa tahun 3 dan 4 kriteria kelulusan adalah:

  1. Tidak ada nilai E
  2. IPK > 2,0
  3. Jumlah D < 20%:
    • Untuk tahun 3 maksimal 8 sks dari 41 sks
    • Untuk tahun 4 maksimal 4 sks dari 21 sks.

 (4) Untuk lulus sarjana kedokteran (Sked):

  1. Lulus semua program dan departemental, tidak ada nilai D dan E
  2. IPK > 2,75

Mahasiswa yang dinyatakan boleh melanjutkan ke tahun berikutnya pada yudisium ke-2 tetapi masih memiliki nilai D, maka diwajibkan untuk mengikuti ujian perbaikan pada tahun akademik selanjutnya.

2.4 Ketentuan Pengulangan.

Mahasiswa tahun 1, 2 dan 3  yang dinyatakan tidak lulus pada yudisium kedua diwajibkan untuk mengulang semua mata ajar tahun yang bersangkutan termasuk yang sudah lulus dan tidak diperkenankan untuk mengambil mata ajar dari paket tahun berikutnya. 

Ketentuan pengulangan bagi mahasiswa tahun 4:

a) Tidak lulus yudisium pertama: mahasiswa tahun 4 yang tidak  lulus pada yudisium pertama harus mengikuti remedial dan yudisium kedua, sesuai dengan kalender akademik tahun akademik yang bersangkutan.

b) Tidak lulus yudisium kedua: mahasiswa tahun 4 yang tidak lulus pada yudisium kedua, harus mengikuti remedial kembali dan  mengikuti yudisium ketiga yang dilaksanakan pada akhir semester genap.

c) Tidak lulus yudisium ketiga dan selanjutnya: mahasiswa tahun 4 yang masih belum lulus pada yudisium ketiga dan selanjutnya, harus mengikuti kembali kegiatan belajar mengajar pada program ybs. Sedangkan untuk departemental, mahasiswa tsb harus mendapat bimbingan yang diselenggarakan oleh departemen ybs.

d) Yudisium keempat dan selanjutnya dilaksanakan setiap akhir semester sampai dengan mencapai semester 14.

e) Bila sampai semester 14 mahasiswa tsb masih belum lulus, maka akan dilakukan pemutusan hubungan studi.

f) Lulus yudisium II tetapi IPK belum mencapai 2,75: mahasiswa wajib mengikuti remedial sampai IPK mencapai 2,75 dengan  yudisium setiap akhir semester.

g) Selama masih belum dinyatakan lulus dari Program studi Kedokteran, mahasiswa tsb wajib melakukan registrasi dan membayar SPP sesuai ketentuan yang berlaku.

2.5  Syarat Kelulusan

Syarat lulus untuk mendapat gelar akademik Sarjana Kedokteran (S.Ked) adalah sebagai berikut:

  1. IPK minimal 2,75
  2. Lulus semua mata ajar/cabang ilmu/program/sistem yang ditempuh dengan tidak melewati lama studi maksimal selama 14 semester.
  3. Sudah menyelesaikan seluruh kewajiban administratif kepada pihak Fakultas/Universitas. Bagi mahasiswa yang lulus dapat mengikuti wisuda di Universitas.

2.6   Mekanisme Appeal Hasil

  1. Mahasiswa memiliki hak untuk mendapatkan keterangan nilai ujian yang telah dilaksanakan. Keterangan tersebut berupa lembar jawaban dan kunci jawaban.
  2. Mahasiswa mendapatkan keterangan ini setelah menghadap bagian SBP dan mengisi formulir yang ditujukan kepada bagian evaluasi
  3. Bagian evaluasi akan memberikan jawaban 5 hari kerja setelah formulir permintaan diterima
  4. Mahasiswa dapat melakukan appeal nilai maksimal satu bulan setelah ujian.

1.3 Tata Tertib Kegiatan Belajar Mengajar

  1. Yang dimaksud dengan kegiatan belajar mengajar di sini adalah tutorial, (mini) lecturekegiatan laboratorium biomedik, komputer dan keterampilan klinik, ekstramural dan bimbingan skripsi.
  2. Mahasiswa harus hadir di ruang perkuliahan tepat waktu sesuai dengan ketentuan jam kerja atau yang telah dijadwalkan sebelumnya.
  3. Mahasiswa harus hadir di ruang kegiatan belajar mengajar (ruang kuliah, tutorial, skills lab maupun  Laboratorium biomedis) sepuluh menit sebelum  waktu yang telah ditentukan.
  4. Bagi mahasiswa yang terlambat (lebih dari jadwal yang telah ditentukan), tidak diperkenankan untuk mengikuti perkuliahan, kecuali dengan alasan yang jelas dan dapat diterima oleh dosen yang hadir pada saat perkuliahan tersebut.
  5. Mahasiswa yang karena keterlambatannya tidak diperkenankan mengikuti kegiatan belajar mengajar oleh dosen yang bersangkutan maka dianggap tidak hadir tanpa alasan.
  6. Mahasiswa harus mematuhi aturan berpakaian yang memenuhi etika berpakaian mahasiswa seperti yang telah ditetapkan pada pedoman umum kemahasiswaan atau yang lebih spesifik pada setiap program studi yang bersangkutan.
  7. Setiap mengikuti kegiatan belajar mengajar, mahasiswa harus mengisi daftar hadir mahasiswa dan dosen (DHMD).
  8. Mahasiswa harus mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar dan melaksanakan setiap tugas yang diberikan yang terkait dengan kegiatan belajar mengajar yang diikuti.
  9. Mahasiswa yang  tidak hadir karena alasan yang dapat dibenarkan, seperti: sakit, terkena musibah, mendapat tugas dari fakultas atau universitas, atau alasan lain yang dapat dipertanggungjawabkan yang telah diajukan dan mendapat persetujuan sebelumnya, dapat meninggalkan kegiatan pendidikan setelah menyampaikan keterangan tertulis dari pihak berwenang (dokter atau pimpinan Fakultas).
  10. Surat keterangan sakit dari dokter harus diserahkan ke SBP paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah ketidakhadiran, sedangkan untuk surat keterangan dari pimpinan Fakultas paling lambat 1 (satu hari) kerja sebelum ketidak hadiran. 
  11. Kegiatan pendidikan yang ditinggalkan dengan alasan yang sah ini dapat digantikan dengan mengikuti kegiatan susulan yang sama atau kegiatan lainnya seperti pemberian tugas berdasarkan kebijakan dosen terkait.  
  12. Khusus untuk kegiatan skill’s lab, mahasiswa harus mendapat kesempatan untuk dilatih pada waktu yang telah disepakati segera setelah mahasiswa tersebut hadir kembali. 
  13. Untuk lab activity dan lab CRP dosen ybs dapat memberikan praktikum susulan bila memungkinkan, atau memberikan tugas sesuai dengan materi yang ditinggalkan oleh mahasiswa ybs.

1.4   Kehadiran Mahasiswa

Tingkat kehadiran mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar diatur dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Tingkat kehadiran untuk kegiatan laboratorium harus mencapai 100%. 
  2. Tingkat kehadiran untuk tutorial, mini lecture, BHP, CRP, PHOP, danMKU sekurang-kurangnya 80%, sedangkan 20% ketidak hadiran harus didasari oleh alasan yang dapat dipertanggung jawabkan. 
  3. Mahasiswa yang tidak hadir pada kegiatan belajar mengajar karena alasan seperti: sakit, terkena musibah, mendapat tugas dari Fakultas atau Universitas, atau alasan lainnya TETAP DIANGGAP sebagai KETIDAK HADIRAN dalam perkuliahan.

1.5   Pedoman Ujian.

1. Persyaratan Mengikuti Ujian.

  1. Mahasiswa dapat mengikuti ujian bila telah memenuhi syarat administrasi yang telah ditetapkan oleh Universitas sehingga terdaftar sebagai mahasiswa Unpad. 
  2. Mahasiswa dapat mengikuti ujian bila telah memenuhi ketentuan  mengikuti kegiatan belajar mengajar sebagai berikut:
  1. Ujian OSCE: tingkat kehadiran pada skill’s lab 100 %.
  2. Ujian SOCA dan MDE: tingkat kehadiran pada tutorial, dan mini lecture masing-masing minimal 80%, serta 100% untuk lab activity.
  3. Ujian BHP, CRP, dan PHOP: tingkat kehadiran pada perkuliahan BHP, CRP, PHOP masing-masing minimal 80% dan 100% untuk lab computer bagi mata ajar CRP.  
  4. Mahasiswa yang dapat menunjukkan bukti surat keterangan sakit dari dokter atau surat izin dari Pimpinan Fakultas/Ketua Prodi untuk ketidakhadiran pada perkuliahan tutorialmini lecture, BHP, CRP, dan PHOP. 
  5. Bagi mahasiswa yang tidak memenuhi poin 1 dan 2, (non eligible), maka mahasiswa tersebut kehilangan hak untuk mengikuti ujian remedial sesuai dengan ujian yang persyaratannya tidak terpenuhi.

2. Tata tertib Ujian:

  1. Mahasiswa harus hadir di ruang ujian 15 menit sebelum ujian dimulai. 
  2. Setiap mengikuti ujian mahasiswa harus mengisi daftar hadir.
  3. Mahasiswa harus membawa identitas diri resmi (kartu mahasiswa).
  4. Mahasiswa dilarang keras melakukan tindakan kecurangan pada saat ujian seperti mencontek, memberi bantuan terhadap teman, mengambil bahan ujian tanpa izin, memotret atau melakukan tindakan lain yang menganggu pelaksanaan ujian. 
  5. Mahasiswa yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang dijelaskan dalam klausul sanksi pelanggaran. 

3. Pedoman Melanjutkan ke Program PSPD.

Mahasiswa yang dapat melanjutkan ke Program PSPD adalah mahasiswa yang telah dinyatakan lulus untuk mendapatkan gelar akademik sarjana kedokteran (S.Ked) dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. IPK minimal  2,75
  2. Lulus semua mata ajar/cabang ilmu/program/sistem yang ditempuh dengan tidak melewati lama studi maksimal selama 14 semester.
  3. Sudah menyelesaikan seluruh kewajiban administratif kepada pihak Fakultas/Universitas.

1.6  Sanksi Atas Pelanggaran

  1. Tidak hadir pada kegiatan belajar  mengajar tanpa alasan yang sah, maka mahasiswa yang bersangkutan  tidak berhak mengikuti ujian remedial di tahun yang    bersangkutan.
  2. Melakukan pelanggaran pada saat ujian, berupa  mencontek, memberikan contekan, mengambil bahan ujian tanpa izin mencatat dan/atau memotret soal, membawa alat komunikasi (handphone atau alat komunikasi yang lain), maka untuk mata kuliah tersebut dinyatakan tidak lulus (E) dan tidak berhak mengikuti remedial.
  3. Memalsukan tanda tangan atau mengisikan absensi temannya yang tidak hadir, maka mahasiswa ybs dan mahasiswa yang ditandatangankan, akan dikenakan skorsing sampai dengan  pemutusan studi.
  4. Tidak berpakaian sesuai aturan dan norma yang berlaku diminta untuk pulang dan mengganti  pakaiannya dengan yang sesuai aturan, dan kembali untuk  mengikuti kegiatan belajar mengajar. 
  5. Sanksi atas pelanggaran lainnya diberikan sesuai aturan  yang telah ditetapkan..

1.7 Pedoman Pengajuan Undur Diri dari Program Pendidikan Sarjana FK UNPAD.

a. Bagi mahasiswa yang ingin undur diri dari PSK FK Universitas Padjadjaran ke Prodi di Perguruan Tinggi lain berlaku ketentuan sebagai berikut:

  1. Surat permohonan Pengunduran Diri dari mahasiswa ybs yang disetujui oleh Orang Tua/Wali, diketahui oleh Dosen Wali/TPBK dan Pimpinan Program Studi 
  2. Surat permohonan Pengunduran Diri atas nama mahasiswa dari Pimpinan Fakultas Asal (Dekan) kepada Pimpinan Universitas (Rektor/PR 1).
  3. Surat Keputusan Pengunduran Diri mahasiswa dari Pimpinan Universitas (Rektor/PR 1).
  4. Transkrip Akademik mahasiswa ybs selama studi di Universitas Padjadjaran  yang ditandatangani oleh Pimpinan Fakultas (Dekan/PD 1)

b. Pemutusan studi:

Mahasiswa mengalami pemutusan studi dengan ketentuan sebagai berikut: 

  1. IPK < 2.00 pada semester 2
  2. IPK < 2.00 pada semester 4
  3. IPK < 2.00 pada semester 6
  4. Untuk mahasiswa tahun 1, 2 dan  tahun 3: tidak lulus lebih dari satu kali pada judisium 2.

A.  STRUKTUR MATA KULIAH

Keterangan

( ) = beban kredit

       *  SKS  = satuan kredit semester

  1. FBS      =  Fundamentals of Biomedical Science
  2. CVS    =  Cardiovascular System
  3. DMS   =  Dermatomusculoskeletal System
  4. EMS    =  Endocrine & Metabolism System
  5. GIS      =  Gastrointestinal System
  6. GUS    =  Genitourinary System
  7. FM      =  Family Medicine
  8. HIS      =  Hematoimmunology System
  9. RPS     =  Reproductive System
  10. NBSS   =  Neurobehavior & Special Senses System
  11. RS        =  Respiratory System
  12. TM       =  Tropical Medicine
  13. BHP     =  Bioethics & Humanities Program
  14. PHOP =  Public  Health Oriented Program
  15. CRP    =  Community Research Program
  16. CSP    =  Clinical Skill Program

b. Deskripsi  mata kuliah 

Struktur kurikulum tersusun dari berbagai program pendidikan yang disusun secara komprehensif untuk memastikan kompetensi utama dicapai pada akhir proses pendidikan. Secara umum tujuan dari masing-masing progam adalah:

Freshmen Semester Program bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa pada pendidikan tinggi yang membutuhkan kemampuan belajar mandiri dan self-directed learning. Selain itu materi pada FBS mengaktifkan pengetahuan lampau (prior knowledge) mahasiswa agar siap pada proses pendidikan lebih lanjut

  1. Biomedical Program bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa mempelajari berbagai ilmu kedokteran dasar dan klinik melalui pendekatan klinik secara terintegrasi dalam bentuk pembelajaran berdasarkan masalah (problem-based learning).
  2. Clinical Skills Program bertujuan untuk melatih kemampuan keterampilan klinik mahasiswa sesuai yang dipelajari pada Biomedical Program.
  3. Public Health Oriented Program merupakan program untuk memfasilitasi mahasiswa mempelajari dan mengaplikasikan berbagai prinsip dasar ilmu kesehatan masyarakat 
  4. Community Research Program bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa mempelajari dan mengaplikasikan berbagai prinsip dasar penelitian berupa metodologi, epidemiologi dan biostatistik pada praktik kedokteran. 
  5. Bioethics and Humanities Program merupakan program yang memfasilitasi mahasiswa mempelajari dan mengaplikasikan berbagai prinsip dasar etika dan hukum  kedokteran serta berbagai aspek humaniora pada praktik kedokteran dan terintegrasi didalamnya pendidikan Agama serta Pancasila dan Kewarganegaraan.
  6. General Lab merupakan program yang berisi kegiatan laboratorium dan keterampilan klinik dasar untuk mahasiswa kedokteran.
  7. Kurikulum Integrasi merupakan program yang mengintegrasikan antara pemaparan dan penayangan penelitian-penelitian yang sedang dan telah dilaksanakan di pusat studi dengan kegiatan mahasiswa berupa tinjauan kritis terhadap suatu jurnal. Pada akhir kegiatan mahasiswa diminta untuk membuat artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris. 
  8. Olah Raga Kesenian dan Kreatifitas merupakan program yang mengintegrasikan kegiatan kemahasiswaan dengan pengabdian kepada masyarakat agar mahasiswa lebih mengenal dan memahami masyarakat sekitar tempat mereka belajar.

Apa yang membuat kita pintar dan berbakat mungkin tidak selalu dari nilai akademik, tetapi cara pandang yang berbeda terhadap dunia dan pembelajaran.